Welcome to the jungle !

Selamat menikmati serpihan dari tetesan ilmu-Nya :).

Ilmu Islam

Pendarkan cahayaNya melalui setitik ilmuNya

Kisah Hikmah

Merangkai kisah dari para pembawa hikmah

Khazanah

Islam? Rahmatan lil 'Alamin!

Fitur Download

Teman-teman bisa mengunduh tausiyah penyubur iman, lantunan firman-firman Allah, dan e-book panduan hidup

Tampilkan postingan dengan label ilmu islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

Husnuzan Pada Sesama Manusia



Tahanlah diri ketika kau berprasangka buruk pada orang lain. 
Mohonlah ampunan ketika kau tidak sengaja menggunjing orang lain. 
Ucapkan istigfar sebanyak mungkin disaat kau suudzan pada orang lain secara sengaja maupun tidak sengaja. 

Allah menciptakan segala hal secara bepasang-pasangan. Laki-laki dengan perempuan, baik dengan jahat, suudzan dengan husnuzan. Berbicara tentang husnuzan, kata lain dari berbaik sangka, sikap yang harus selalu kita terapkan dalam kehidupan kita. Bukan hanya kepada Allah, kepada diri sendiri pun kita harus berbaik sangka.

Selain kepada Allah dan diri sendiri, kita juga harus berhusnuzan pada sesama manusia. Berhusnuzan itu tidak ada ruginya alias banyak manfaatnya. Sebaliknya bersuudzan mendatangkan rugi besar.

Allah berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 12, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan jangan kamu cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Membahas tentang husnuzan terhadap sesama manusia, kita sebagai seorang muslim harus saling berbaik sangka dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat berbangsa dan bernegara. Manfaat dari berhusnuzan kepada keluarga selain mendapatkan ridho Allah, kita juga dapat kebahagiaan dunia akhirat, serta menjaga agar kekeluargaan tetap kokoh dan utuh. Antar tetangga juga harus berprasangka baik dengan cara saling menghormati.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya menghormati tetangganya.” (H.R. Muslim). Berbuat baik antar tetangga yang sesuai dengan sabda Rasulullah, “Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan-gangguan.” (H.R. Muslim).

Dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang artinya cakupan dunia sosial semakin luas yang mana kita juga berhusnuzan. Rasulullah bersabda, “Bukan dari golongan kami (umat Islam) orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.” (H.R. Ahmad, Turmuzi, dan Hakim). Selain itu Allah berfirman dalam potongan surat Al-Maidah ayat 2, ”…. Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. …” Jangan lupa bahwa setiap tindakan yang kita lakukan harus dilandasi karena Allah dan ikhlas.(aid)

Mencintai Husnuzhon

Bismillahirrahmaanirrahiim



Mencintai Husnuzhon 

               Hm. Husnudzon itu bilangnya doang gampang ya, tapi melakukannya perlu kekuatan dari Allah lho teman-teman. Eh, pada tahu arti husnudzon kan ya? Jadi, husnudzon itu bahasa kerennya positive thinking. Sama siapa? Ya sama siapa dan apa aja. Terutama sama Allah. Kok, Allah doang? Ya! Karena sumber dari semuanya tentu saja Allah. Semoga, teman-teman diberikan nikmat mencintai berhusnuzhon ya. Amiin.

               Bicara soal cinta, aih, pasti nggak bisa langsung kan. Teman-teman harus tahu, benefit apa yang akan kita dapatkan dari sesuatu yang kita cintai. Ini lho yang akan didapatkan manakala kita mampu konsisten husnuzhon. Check it out ya! 
  1. Allah akan mem’baik’kan diri kita
    Jadi begini, hadits riwayat Bukhari menerangkan bahwa “Barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka ia akan diuji olehNya”. MasyaAllah… ternyata Allah punya maksud baik lho ya dengan ujian-ujian yang diberikanNya. Enak nggak tuh, dijadikan manusia yang baik di mata Allah? So, jangan keburu buruk sangka dulu ya...
  2. Terhindar dari penuaan dini
    Ini sudah jelas, ketika keadaan yang kita hadapi memuakkan bin membencikan, ujung-ujungnya pasti kita bersyaraf tegang. Menurut penelitian, ini menyebabkan penuaan dini. Walah, daripada tuaduluan, mending husnudzon aja biar awet muda. 
  3. Dapat kado spesial dari Allah
    Tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 157 yang sangat jelas bahwa “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempuma dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang- orang yang mendapat petunjuk”. Mereka itu siapa? Mereka adalah orang-orang yang sabar, husnudzon, dan ridha dengan ketentuan Allah. Lebih jelasnya, pada surat Ar-Ra’d ayat 24: سَلَٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ “Selamat atasmu karena kesabaranmu. Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” 
              Dan dengan berbekal husnudzon, langkah awal menjadi orang-orang yang sabar dan tawakkal itu akan menjadi lebih mudah. Balasannya surga (tempat kesudahan yang baik). Kadonya nggak tanggung-tanggung kan?

               Sudah tahu benefitnya, yuk, mulai mencintai husnuzhon. Dengan cara seperti apa? 
  1. Menyadari bahwa apapun yang kita alami itu memang sudah menjadi ketentuan Allah. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi tanpa izin Allah. 
  2. Katakan aal izz well pada setiap keadaan yang menjumpaimu. Allah itu sesuai prasangka hambaNya. Jadi kalo pikiran teman-teman positif, insyaAllah keadaan akan positif juga. 
  3. Sering baca surat Al-Insyirah ketika pikiran mulai kalut. Karena di setiap kesulitan, pasti di baliknya ada kemudahan-kemudahan yang Allah berikan. 
  4. Mulailah berhusnuzhon pada hal-hal yang sepele. Misalnya ketika ada temanmu yang tiba-tiba kelupaan mau ngembalikan buku. Afirmasi saja pikiranmu, mungkin buku kita masih sangat diperlukan. Bukankah itu akan menambah kebaikan kita? 
  5. Rajin-rajin baca Al-Qur’an sebagai penghibur hari-hari gundahmu ya. Karena di dalamnya, banyak ayat penyejuk hati yang ampuh untuk mengobati luka. #woos… (mbc)

Jumat, 30 November 2012

Remaja, Kemanakah Engkau akan Melangkah?


Remaja, sangat muda, sangat berbakat, sangat bertalenta. itulah gambaran untuk seorang remaja ideal. Begitu saja?

            Tentu saja tidak. Masih banyak kriteria untuk menjadi remaja yang ideal. Hanya saja,untuk menjadi remaja yang ideal itu sangat dibutuhkan yang namanya ilmu. Dan ilmu tersebut bukan hanya ilmu dari sekolah misalnya ilmu-ilmu teoritis dari buku pelajaran. Melainkan juga ketika engkau pernah berpergian ke tempat di mana tempat itu belum pernah engkau jamah dan pada kesempatan lain engkau berusaha mengingat kembali jalan menuju tempat yang pernah engkau tuju tersebut. Itu juga bisa disebut dengan ilmu baru bukan?

Namun tatkala adanya teknologi yang semakin modern dan memudahkan hidup manusia, perlahan-lahan budaya mempelajari dan mengingat suatu yang baru pun seakan-akan hilang entah ke mana. Mungkin ada kalanya kita menyalahkan zaman (naudzubillah). Namun, ya inilah realita. Kita dihadapkan pada suatu keadaan dimana kebanyakan manusia zaman sekarang sangat menginginkan hal-hal yang berbau praktis atau instan. Anggaplah salah satunya adalah fast food, tentu tidak bisa dipungkiri banyak masyarakat kini beralih dari slow food ke fast food. Lucunya, ketika booming yang namanya fast food, para masyarakat penemu fast food sendiri beranggapan bahwa itu adalah junk food yang berarti makanan sampah. Dan inikah yang bisa disebut dengan perbaikan?

Your Life Your Choice



Bismillahirrahmaanirrahiim

Your Life Your Choice

Hidup adalah pilihan,
maka segala sesuatu yang telah terjadi, yang sedang terjadi,
dan akan terjadi adalah hasil daripada pilihan kita.
Hidup ini hanya sebentar, hanya sekali.
Hidup seperti apa yang akan kita pilih?

Rabu, 14 November 2012

Tentang Kami



Assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Alhamdulillah. Wash-sholaatu was-salaam 'alaa muhammadin rasuulillah wa 'alaa aalihi wa ash-haabihi wa man tabi'ahum bi ihsaan ilaa yaumil qiyaamah.

Amma ba'du.
Dari Abdullah Bin Amr, Rosulullah bersabda: “Ikatlah ilmu!”, para Sahabat berkata: “Wahai Rosulullah apa pengikat ilmu?”. Beliau bersabda: “Tulisan”. (dihasankan oleh Syaikh Salim Bin Ied Al-Hilali dalam Manhajul Anbiya’ Fii Tazkiyatin Nufus:120)
Tulisan. Writing. Al-kataabah. Mengikat ilmu merupakan tradisi, bahkan merupakan adab seorang penuntut ilmu dari generasi ke generasi. Para penuntut ilmu mengikat ilmunya dengan dua hal, tulisan dan hafalan.